Jumat, 02 Mei 2014

Tentang Iman

Teringat kata Salim A. Fillah…

Ini memang tentang iman…

Iman yang sedang resah karena semakin jauh dengan Sang Pemilik…

Iman yang haus akan siraman Qur’ani…

Iman yang lapar akan asupan tarbiyah…

Ya.. inilah akibat iman yang telah lama tak berjumpa dengan tarbiyah…

Ya.. inilah akibatnya… ukhuwah seakan hanya teori semata…

Ya.. inilah akibatnya… da’wah tak lebih berharga dari urusan duniawi…

Ya.. inilah akibatnya… satu persatu semakin menjauh dari tujuan yang disongsong…

Ya.. inilah akibatnya… satu persatu lupa dengan tekad yang diusung…

Namun…

Segalanya belum berakhir…

Segalanya masih dapat dikembalikan…

Segalanya masih mampu diperbaiki…

Ini hanya tentang keyakinan…

Keyakinan terhadap janji Allah yang selalu terngiang setiap masa…

Keyakinan terhadap sesama makhluk yang masih tak sempurna…

Sekarang…

Mari perbaiki iman kita…

Bukan mundur dan menjauh dari penjagaan…

Kembali mentarbiyah diri…

Kembali istiqomah meraih kemuliaan…

Muhammad Badie: Digantung 1000 Kalipun, Aku Tak Akan Berpaling dari Kebenaran

Mursyid ‘Am Ikhwanul Muslimin, Muhammad Badi’, mengomentari pelimpahan berkasnya ke mufti sebagai persiapan hukuman mati. Beliau mengatakan, “Kalau mereka menggantungku seribu kali, aku takkan berubah dan berpaling dari kebenaran.”

Today’s Opinion menyebutkan bahwa pernyataan itu disampaikannya saat persidangan kasus “spionase dengan Hamas” bersama Presiden Mursi, hari ini Senin (28/4/2014). Pernyataan itu disampaikannya kepada Usamah putra Presiden Mursi yang sempat berbincang dari balik jeruji.

Salah seorang menantu Badi’, Ahmad, juga menyebutkan bahwa mertuanya sempat berkata, “Kami tidak ngelindur saat mengatakan bahwa mati di jalan Allah Ta’ala adalah cita kami yang tertinggi. Ya Allah, terimalah pengorbananku.. Ya Allah, terimalah pengorbananku.”

Pengadilan Almenya, hari ini, memutuskan untuk melimpahkan berkas 683 orang penentang kudeta, termasuk Muhammad Badi’, ke mufti Mesir untuk para disahkan sebelum dieksekusi mati. Sedangkan para tervonis yang berkasnya telah lebih dulu dilimpahkan ke mufti, 37 orang di antaranya telah sah untuk dieksekusi, dan 491 orang hanya divonis penjara seumur hidup.

Ahmad, menantu Muhammad Badi’, juga menceritakan tentang kondisi mertuanya, “Mertuaku tidak pernah gusar atau mengeluh. Beliau selalu mengatakan bahwa apa yang menimpanya adalah ketetapan dari Allah yang pasti mengandung kebaikan.”

Sedangkan putranya, Bilal, menulis status di akun facebooknya, “Hati tentu bersedih. Mata tentu meneteskan air mata. Sedangkan Nabi saja sedih dengan kematian Hamzah, dan sedih saat umatnya memusuhi.”

Putrinya, Dhuha, menulis status yang tak jauh berbeda, “Perasaanku tak jauh berbeda dengan perasan saudaraku, Bilal. Aku bisa merasakan kata-katanya, bahkan merasa beratnya sejuta kali lipat. Semoga Allah memberi kami kesabaran dan jalan keluar. Amin”

Sumber: www.dakwatuna.com

Kerja Dakwah Itu Indah

Tadabbur ayat 7 surah al-Syarh

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

"Apabila engkau telah selesai (daripada satu amal sholeh), maka kerjakanlah amal sholeh yang lainnya."

1. Ada banyak pandangan ulama mengenai tafsir ayat di atas. Ibn Katsir mengatakan tafsir ayat di atas adalah: “apabila engkau telah selesai melaksanakan urusan dunia, maka segera laksanakan urusan akhirat (ibadah)”. Ibn Mas`ud mengatakan: “apabila engkau telah selesai melaksanakan yang fardhu, maka lakukanlah yang sunnah”. Al-Dhahhak mengatakan: “apabila engkau telah selesai melakukan jihad, maka segera laksanakan”. Menurut Qatadah: “apabila engkau telah selesai dari shalatmu, maka sungguh-sungguhlah dalam berdoa”. Jadi kita diperintahkan oleh Allah untuk terus beramal.

2. Jika kita kaitkan amal itu dengan amal da`wah, maka amal da`wah itu juga amalan yang berterusan. Hal ini sesuai dengan firman Allah

ولتكن منكم أمة يدعون إلى الخير

"Hendaklah ada satu umat dari kamu yang senantiasa berda`wah kepada kebaikan….."

3. Kata “da`wah” pada ayat tersebut dalam bentuk fi`il mudhori` (present continuous), verb yang menunjukkan bahwa pekerjaan itu terus dilakukan. Hal ini mengingatkan kita bahwa da`wah itu ibaratkan air yang terus mengalir, dan tidak akan pernah berhenti. Jika air dihalang mengalir, maka dia akan mencari jalan lain yang lebih rendah untuk terus mengalir, begitu juga dengan da`wah.

4. Karenanya kerja “mengajak, mentarbiyah, melayani, memahamkan, mengarahkan, mendidik, menyadarkan” yang semuanya merupakan bagian kerja-kerja da`wah akan tetap dilakukan, sama ada PEMILU ataupun tidak.

5. Karena disitulah sumber kebahagian kita insya Allah. Sebab kebahagian kita bukan saja pada hasil yang kita dapatkan, akan tetapi kita dapatkan juga disaat kita melakukan kerja-kerja da`wah itu.

6. Jika rasa bahagia itu ada disaat kita melakukan kerja-kerja da`wah, ketahuilah bahwa sesungguhnya itu adalah nikmah yang paling besar diberikan Allah subhaanahu wa ta`aala kepada kita. Karena itulah yang terjadi pada Rasulullah sallalaahu `alaihi wa sallama.

جعلت قرة عيني في الصلاة

"Dijadikan rasa ni`mat itu ketika saya sedang shalat (ketika sedang melakukan ibadah)"

Senin, 24 Maret 2014

7 Warna Pelangi Masa Depan

Suasana alam yang begitu Indah sore ini, ditemani Musyof seukuran kantong dengan bibir melantunkan Ayat-ayat yang penuh makna. Semakin indah rasanya hati ini merasakan nikmat waktu yang telah Ia berikan untukku. Pancaran mata menusuk dalam dan sedalam-dalamnya qolbu dengan energi CintaNya. Jauh disana terlihat pelangi yang begitu elok. MEJIKUHIBINIU, merah jingga kuning hijau biru nila dan Ungu. Kombinasi merekalah yang membentuk keelokan fenomena alam tersebut. secara filosofis sebuah kolaborasi serta keharmonisan memang akan menjadikan semuanya lebih bagus. Bisa jadi satu pun yang hilang tak kan memberikan keelokan sperti apa yg dilihat saat ini.

Tujuh Warna pelangi yang berbeda, masing-masing warna memiliki karakter tersendiri. Karkater yang kuat, itulah salah satu faktor kenapa pelangi nyaman di pandangn jika berkolaborasi, siapan yang tidak senang jika memiliki ketujuh itu?? Rasa syukur patut aku haturkan kepada Sang Maha Pencipta yang telah memberikan semua ini, tujuh karakter warna yang berbeda dan merupakan aset untuk bangsa dan agamaNya. Yah tujuh pemuda, yang saat ini secara khusus aku bina, Rifky, Yunus, Riyas, Jundi, Zaki, hafidz, dan devan. Merekalah yang aku mksud tujuh warna yang luarbiasa. Kata soekarno 'Berilah aku sepuluh Pemuda maka akan aku goncangkan dunia', makna yang tersirat dr kalimat tersebut betapa pentingnya Peran Pemuda didunia Ini. Pemuda saat ini Pemimpin Masa Esok!!!

Melihat potensi yang dimiliki mereka sangat luarbiasa, tinggal bagaimana menanamkan benih-benih nilai kepada setiap Insan pemuda itu. Nilai perjuangan, nilai pengorbanan, serta nilai-nilai ranah kedirian. Aku yakin suatu saat nanti. Mereka akan jadi orang besar!! Akan jadi orang yang banyak menebar manfaat!! Akan jadi Orang yang berguna bagi bangsa dan agama!! disamping pada dasanya mereka itu mewarisi gen Ikhwah.

Kamis, 13 Maret 2014

Titipan amanah dari '1' ke '2:

Karna sebuah alasan, tdk ada dan takkan pernah ada sebuah akibat yg terjadi jika bukan karna ada sebab. Sebab pun hadir jika bertemu sebuah alasan...
Dengan berbagai macam alasan terlepas dr keinginan pribadi, angka '2' pamrih tiba juga utk menjadikan alasan kenapa diri ini hrus mempunyai dan menyadari tanggungjawab yang lebih besar trhadap apa2 yg telah dilakukan dan direncanakan selama angka '1' memimpin. Begitu banyak cerita yg telah ia lewati, mulai dr yg bernuansa putih hingga hitam. Yah begitulah sifat manusiawi seseoorang yg standart pikirannya slalu berubah karna terpengaruh suhu d sekitarnya. Kadang maksudnya putih tapi hitam selalu menghantui, begitu pula kadang niatnya hitam namun putih selalu datang utk meluruskan. Yah karna sebuah alasan yg mendatngkan sebab dan terjadilah sejarik akibat.

'1' bener2 tdk tau diri, setelah sekian lama mencorat-coret lembaran putih dengan berbagai macam warna. dy menyerahkan semuax kepada '2' utk meneruskan segala bntuk perbuatannya dan Ia tak mw tw lagi!!! Namun, disisi lain '1' sangatlah bertanggungjawab, karna dy tdk serta merta mewarisi lembaran yang telah ia warnai dengan sembarang motif. Warna yang sudah berkarakter dan rancangan yg sudah pasti serta sangat indah tlah ia siapkan agar si '2' lebih nyaman dlm melnjutkan. Disamping msh ada sdikit warna2 yg kurang pas yg masih perlu d perbaiki... Karna sebuah alasan trtentu si '1' melakukan semua itu tanpa pamrih...

Wahai '2', sungguh beruntung kau telah diawali olehnya dengan penuh kelembutan. Dia telah menyiapkan segalax yg akan kmu btuhkan esok. Dia telah memilihkan banyak hal utk engaku, telah memilihkan tempatmu utk berjuang, telah memilihkan utkmu tempat menimba ilmu, dan telah memilihkanmu Cinta utk menemani memberikan warna kehidupan.
Lanjutkan estafet perjuanganmu!!!!!
#19 tahun > 20 thun

Kamis, 30 Januari 2014

Gerakan Seribu Home Industri Syariah Dalam Peningkatkan Kesejahteraan Masyrakat Di Desa Kalipucang

Jreng..jreng...jreng... "dek, antum jadi garap PHBD(Program Hibah Bina Desa) tah? sudah H-6hari terhitung dari sekarang" sapa mas imam (saudara seatap). dengan santainya aku menjawab "gak wes mas, kayaknya ga' memungkinkan". selang beberapa jam tiba-tiba ada ide dalam pikiranku yang itu ada kaitannya dengan PHBD. ku tuliskan ide tersebut dalam sejarik kertas dan mencoba untuk mengkajinya kemudian pikiranku tertuju pada Desa Kalipucang-pasuruan (Rumah familyku) yang bisa dikatakan cocok untuk dijadikan objek untuk programku ini. dengan basmalah kuputuskan untuk mengikuti itu, berhubung program tersebut harus berangkat dari perwakilan organisasi intra kampus dan harus berkelompok, tidak perlu panjang lebar aku telfon ketum UKKI Fkip untuk minta izin mengikuti program tersebut serta minta rekomendasi yang bisa terlibat dalam rencana ini. dan alhamdulillah dalam waktu 4 hari proposalnya kelar.
perjuangannya tidak cukup sampai disini, salah satu persyaratan proposal tersebut juga harus di setujui kepala desa bersangkutan, H-2 hari yang bertepatan pada hari sabtu aku  menuju ke desa tersebut yang cukup jauh dari jember, Allah mempermudah langkahku, di desa tersebut saya bertemu pak koko (Dosen FKM Unej) dan lebih beruntungnya lagi kepala desanya yah bapaknya pak koko sehingga dipermudah. gak pake lama aku langsung menuju kantor pos di pasar nungkojajar yang  cukup jauh dari desa tersebut ditambah jalannya yang sulit di akses, setiba di kantor pos DOORRRRRRRR. sudah tutup bro!!! pikiran g karuan berpikir keras cari solusi, tiba dalam pikiran muncul kata "JNE", nanya orang2 dimana ada kantorJNE terdekat jawabnya kalau "kurang tau" yah "di lawang-malang". sekitar 30 km menaiki angkot ke arah sana, sepanjang perjalanan kanan kiri pemandangan yang luarbiasa. alhamdulillah nyampe di lawang dan proposal bisa terkirim...
berikut latar belakang dari program yang aku buat tersebut:
Sampai dengan tahun 2011, tingkat kemiskinan nasional telah dapat diturunkan menjadi 12,49 persen dari 13,33 persen pada tahun 2010. Salah satu Keberhasilan dalam menurunkan tingkat kemiskinan diperoleh melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.(TNP2K 2011)
Perkembangan industri ekonomi syariah (Islam) telah banyak mengalami peningkatan dalam dua dekade terakhir. Diawali dengan oil price boom yang berdampak pada peningkatan investasi di negara Timur Tengah hingga beralihnya masyarakat dari ekonomi konvensional ke syariah setelah sejumlah krisis keuangan di AS. Sementara itu, perkembangan ekonomi syariah di Indonesia terus bertumbuh mencapai rata-rata 40 persen setiap tahunnya dibandingkan pertumbuhan ekonomi konvensional yang hanya sebesar 19 persen. Bahkan, hingga saat ini, Indonesia disebut sejumlah kalangan sebagai negara dengan industri keuangan syariah terbesar di dunia dengan 22 ribu gerai koperasi syariah dan Balai Mandiri Terpadu.(REPUBLIKA, 15 Maret 2013)
Secara geografis, desa yang dijadikan sasaran program ini yaitu Desa Kalipucang, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan yang berada di ketinggian 800-1100 meter di atas permukaan laut, dan memiliki Luas kilometer persegi. Desa Kalipucung berada di lereng sebelah barat pengunungan Tengger dan merupakan jalan pintas menuju kawasan Gunung Bromo dan beberapa tempat wisata yang lain.
Potensi Sumber Daya Alam (SDA) di desa ini sangat melimpah, kondisi tanah yang sangat subur bisa digunakan sebagai lahan perkebunan dan pertanian. Sehingga, sebagian besar tanah dijadikan lahan untuk membudidayakan komoditas pertanian yang bermacam-macam, seperti pisang, kopi, cengkeh, apel, durian, papaya, nangka, wortel dan susu (sapi perah).
Kekayaan SDA yang melimpah tersebut pada kenyataannya tidak diimbangi dengan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang seharusnya memadai untuk memanfaatkan dan mengembangkan kekayaan alam itu. Sehingga masyarakat bisa meraup penghasilan yang lebih besar karena hasil panen dari komoditas pertanian milik masyarkat tidak dikelola menjadi suatu produk yang memiliki harga jual tinggi. Jadi secara umum kehidupan masyarakat masih dibawah rata rata atau miskin.
Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa faktor yang menghambat perkembangan kesejahteraan desa Kalipucang yaitu karena kurangnya soft skill atau kemampuan yang dimiliki masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan produk baru serta kecilnya minat masyarakat dalam berwirausaha. Hal ini disebabkan juga karena masyarakat masih awam dalam mengetahui cara pemanfaatan teknologi dalam pengelolahan produk serta minimnya informasi tentang kewirausahaan.
Dari semua paparan di atas, maka kami Mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Kerohanian Islam Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan Universitas Jember menawarkan sebuah Ide yang sangat solutif untuk memberantas kemiskinan di Desa Kalipucang dengan sebuah Judul “Gerakan Seribu Home Industri SyariahDalam Peningkatkan Kesejahteraan Masyrakat Di Desa Kalipucang”.


proposal PHBD 2013 download disini-fatori

Sabtu, 25 Januari 2014

Teruslah Berkarya

Jangan berhenti. Bukan karena berhenti akan menghambat laju kemajuan kita. Namun sesungguhnya alam mengajarkan bahwa kita tak akan pernah bisa berhenti.
Meski kita berdiam diri di situ, bumi tetap mengajak kita mengelilingi matahari.
Maka, bergeraklah, bekerjalah, berkaryalah.
Bekerja bukan sekedar untuk meraih sesuatu. Bekerja memberi kebahagiaan diri. Itulah yang diharapkan oleh alam dari kita.
Air yang tak bergerak lebih cepat busuk.
Kunci yang tak pernah dibuka lebih mudah serat.
Mesin yang tak dinyalakan lebih gampang berkarat.
Hanya perkakas yang tak digunakanlah yang disimpan dalam laci berdebu.