Senin, 07 Mei 2012

TUJUAN PELAJAR ISLAM INDONESIA

TUJUAN PELAJAR ISLAM INDONESIA (PII)

“kesempurnaan pendidikan dan kebudayaan yang sesuai dengan Islam untuk seluruh rakyat Indonesia dan umat manusia”

Pelajar Islam Indonesia (PII) merupakan organisasi pelajar yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. sebagai organisasi pelajar, PII mempunyai tugas untuk mencetak generasi yang kuat, berkarakter, cerdas dan berkepribadian Muslim. tiga karakter ideal PII adalah

MUSLIM, CENDIKIA, PEMIMPIN

untuk melaksanakan peran tersebut tentunya tidak mudah, dan itu adalah “Shiratal Mustaqim” yang kami yakini sebagai jalan yang ditunjukkan Allah kepada Pelajar Islam Indonesia (PII).

Sementara fungsi dari PII adalah sebagai tempat pembinaan pribadi muslim, sarana meraih sukses studi, media berlatih, dan alat perjuangan bagi pelajar Islam.

Untuk mencapai tujuannya, PII mengadakan kegiatan berupa:

1. Mendidik anggotanya untuk taat kepada Allah swt

2. Menumbuhkan kecerdasan, kreatifitas, ketrampilan, minat, dan bakat dari para anggota

3. Mendidik anggotanya untuk menjadi independen, mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa tergantung pada orang lain

4. Mendidik mental dan menumbuhkan apresiasi terhadap ilmu pengetahuan dan kebudayaan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam bagi anggotanya

5. Mendidik anggotanya untuk dapat mengelola informasi global dan melindungi diri mereka dari dampak negatif yang muncul dari informasi dan budaya global.

6. Membantu anggotanya dalam mengembangkan minat dan memecahkan masalah-masalah pelajar.

7. Menyelenggarakan aktifitas sosial Keislaman untuk umat Islam dan non-Muslim

8. Mengembangkan semangat dan kemampuan anggotanya untuk menguasai, menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kesejahteraan manusia

9. Mengembangkan kemampuan anggotanya untuk mempelajari, memahami, mengapresiasi dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari

10. Menciptakan pemimpin yang memiliki pandangan hidup Islami, wawasan global yang luas, dan berkepribadian muslim di berbagai bidang.


Kamis, 08 Maret 2012

Keep Your Dream


Waktu ini adalah waktu saya,
hari ini adalah hari saya,
Semangat ini adalah semangat saya.
Raga ini adalah raga saya,
mimpi ini juga mimpi saya,
tapi ingat….!!!!  Allah-lah yang memiliki saya termasuk semua yang saya akui ini..:D
Fatori di Kab.Kediri
Lupakan masa lalumu dan raihlah mimpi mimpimu, itulah penggalan kata yang sering aku dengar dan lihat  untuk mensinergikan langkah kaki ini menuju masa depan yang cemerlang. waktu itu sekitar  jam  tujuh  malam aku lagi jagain rumah sendirian karena saat itu semua keluargaku ada acara diluar. Bosan di dalam rumah karna hanya sendirian, ku coba lihat suasana di halaman rumah, suasananya sungguh begitu sepi hanya suara jangkrik beserta kawannya yang terdengar saat itu. indahnya malam dan sejuknya cuaca saat ini sangat pas digunakan untuk merenung ditemani indahnya sinar rembulan yang begitu mempesona. Dalam hati berbisik dan bertanya pada diri iniBagaimanakah kehidupanku esok?? mampukah aku  melewati tantangan hidup yang datang silih berganti??setinggi apakah impianku??”. Semua itu penuh dengan teka teki yang sulit bahkan tak bisa untuk kita memprediksinya.
Aku tertarik mengaitkan bisikan tanya hati tersebut dengan bintang yang sedang menemani malamku, Bagaimankah kehidupanku nanti?? Hidupku esok seperti sang bintang yang ada dilangit itu, meskipun kelihatannya kecil dan sangat tinggi sekali namun aura sinarnya bisa terlihat dengan mata telanjang. Mampukah aku melewati tantangan hidup yang silih berganti?? Hukumnya harus mampu, sebab pada dasarnya manusia diciptakan dengan sempurna dan Allah tidak akan memberi sautu rintangan atau cobaan diluar batas kemampuan manusia. Dan setinggi apa Impianku?? Seperti bintang pula, itulah jawaban yang tepat atas pertanyaan itu.
Bicara tentang impian memang gak bakal lepas dengan imajinasi yang kadang gak masuk akal(Aneh) bahkan melewati batas kemampuan. Itulah mimpi, bunganya orang tidur.
Menjadi seorang pemimpi adalah mereka yang dalam hidupnya memiliki banyak mimpi yang jelas maupun tidak dan kebanyakan mereka mempunyai keinginan untuk merealisasikan dalam bentuk kenyataan. Merealisaikan mimpi??? apakah mampu atau pernahkah kita berpikir tentang hal itu setelah terbangun dari tidur yang didalamya kita mengalami mimpi indah??berpikir bagaimana langkah-langkah atau strategi dengan cara apa agar mimpi itu bisa jadi kenyataan, sangat sulit sekali menemukan orang yang seperti itu. Yang banyak malah orang suka bemimpi dan ingin sekali mimpi itu jadi real dalam kehidupan tanpa usaha yang berarti, Sulit banget lah..:D
kadang kita sering ingat lirik lagu nidji yang judulnya laskar pelangi  yaitu “mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia”. Lirik tersebut adalah salah satu vitamin yang ampuh bagi para pemimpi sejati yang terobsesi sekali untuk merealisaikan mimpi-mimpi itu.
Namun, kadang kala orang-orang disekitar kita banyak yang meremehkan impian yang hendak ingin kita wujudkan itu. Pernahkah ditertawakan oleh orang-orang disekitar kita tentang obsesi kita meraih mimpi-mimpi?? Ada yang bilang bahwa kemampuan kita hanya terbatas untuk meraih mimpi yang begitu tinggi tesebut, bahkan juga ada yang bilang “jangan terlalu percaya sama mimpi, mimpi yah hanyalah mimpi, gak mungkin jadi kenyataan dan hanya mungkin bisa terjadi dalam tidurmu”
Mendengar itu lantas apa yang harus kita lakukan??Bersedih kah?? Putus asa untuk melanjutkan misi mengejar mimpi itu?? Ataukah menagis saja?? Oh Seorang pemimpi tingkat tinggi gag boleh cemen seperti itu:D….terus bagaimana???
Yang pertama, kita harus bersikap tuli terhadap apapun itu yang menjadi pengaruh negatif terhadap diri kita serta yang bisa memberi rasa pesimis untuk meraih sesuatu yang kita inginkan, karena dengan sikap seperti itu jiwa optimesme kita akan terus terjaga serta akan membawa jiwa kedalam raga yang penuh dengan keyakinan dan kepercayaan diri. Yang kedua, jadikan semua itu sebagai mesin motivator yang paling ampuh untuk memompa semangat untuk terus berjuang menggapai mimpi. Dan yang ketiga, cukup tersenyumlah kepada mereka yang meremehkan mimpi-mimpi kita toh dengan itu mereka akan berhenti sendirinya. Jangan biarkan keraguan  membayangi setiap langkah demi langkah kaki kita.
Sesuatu apapun itu pasti mungkin, tidak ada yang tidak mungkin didunia ini. Hanya saja yang membedakan bagaimana cara kita menyikapi setiap kejadian yang kita alami dengan sikap yang terbaik, hal itu harus menjadi indikator kita untuk lebih bersemangat dan berusaha ekstra keras demi mewujudkan impian yang didambakan.
Tapi ada satu hal yang gak boleh dilupakan, hati-hati, jangan sampai dengan mimpu menyebabkan kita syirik terhadap buah tidur tersebut. Nabi Muhammad saw membagi mimpi menjadi dua yaitu mimpi yang baik dan mimpi yang buruk. Dalam hadisnya beliau menuturkan,Artinya:” Mimpi yang bagus berasal dari Allah SWT, jika di antara kalian bermimpi sesuatu yang bagus (disukai), jangan sekali-kali menceritakan kepada yang lain, kecuali pada orang yang engkau sukai (dipercaya). Jika di antara kalian bermimpi sesuatu yang tidak engkau sukai, maka mohonlah pertolongan Allah dari kejelekan mimpi itu, dan juga dari kejelekan syetan, dan meludahlah tiga kali (ke-kiri), selanjutnya tidak diceritakan kepada siapapun perihal mimpi itu. Niscaya mimpi itu tidak akan berpenggaruh. (H.R.Bukhori)
Dan inngaaaattttttt…..jangan pernah berhenti bemimpi dan jangan pernah menyerah mewujudkan mimpi meskipun banyak yang meragukan. Percayalah suatu saat nanti pasti akan terjadi keajaiban mimpi yang akan mewarnai hidupmu di masa yang akan datang…..
KEEP YOUR DREAM & KEEP SPIRIT
TO REACH YOUR DREAMALLAH NEAR IN OUR LIFE.

Selasa, 21 Februari 2012
By. Fatori Pamekasan

Senin, 27 Februari 2012

Detik-Detik Wafatnya Rasulullah


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,
“Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al Qur’an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.”
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,”keluh hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, “Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?” “Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,” tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
“Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,” kata Rasulullah.
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
“Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.
“Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi.
“Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?” “Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: ‘Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka.
“Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.
“Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril.
Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii?” – “Umatku, umatku, umatku”
Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa baarik wa salim ‘alaihi
Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita. Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin…